JAKARTA, KOMPAS.com -- Sempat vakum dua tahun, Ada Band, yang diawaki Suriandika Satjadibrata (bas), Donie Sibarani (vokal), Marshal Surya Rachman (gitar), dan Adhy Pratama (drum), muncul dengan album baru. Tak hanya lebih bewarna, album ketujuh berjudul Empati itu mereka sebut album demokratis. ”Semua personel berperan dalam pembuatannya. Mulai bikin konsep, pemilihan lagu, aransemen, sampai menyanyikannya,” ujar Dika, Rabu (27/7).
Donie dan Marshal menambahkan, proses seperti itu belum pernah mereka lakukan di enam album sebelumnya. ”Untuk menggarap album baru itu, kami berkumpul di vila Marshal,” kata Donie. Di sanalah terjadi ”perundingan” selama seminggu, sampai ada lagu yang dicabut dari daftar karena dinilai kurang cocok.
”Ini pembuatan album paling lama, tiga bulan baru selesai. Album sebelumnya cepat karena main aman, tetapi sekarang berubah. Semua bisa sampaikan unek-unek, bikin lagu dan menyanyi,” kata Dika lagi.
Kerja keras mereka tak sia- sia. Adhy dan Marshal mengaku puas dengan album berirama slow rock, romantis, rap, rock n roll, dan melayu itu. ”Puas rasanya walau waktu itu kami sempat kelaparan karena kehabisan makanan, sementara suara Donie enggak keluar-keluar juga saat tes sound...,” ungkap Dika diikuti derai tawa ketiga temannya. (TRI)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar