Minggu, 31 Juli 2011

Wenger Bicara Soal Nasri dan Fabregas

London - Samir Nasri dan Cesc Fabregas adalah dua pemain yang santer digosipkan bakal meninggalkan Arsenal. Manajer Arsene Wenger pun angkat bicara soal dua pemainnya itu.

Nasri diisukan tengah didekati Manchester City. Sementara itu Fabregas di sepanjang musim panas ini "digoda" bujukan untuk kembali memperkuat klub di mana dia memulai karir junior: Barcelona.

Wenger pun berbicara tentang kedua pemain. Manajer Arsenal ini mengatakan bahwa bagi dia adalah yang terpenting anak buahnya memiliki komitmen untuk memperkuat tim "Gudang Peluru".
"Jika Fabregas memang punya komitmen terhadap klub ini dan ingin tinggal, maka tidak akan ada uang dalam jumlah berapa pun yang bisa membawanya keluar dari sini. Kita tidak dalam posisi di mana kami perlu menjual pemain. Kami ingin
mempertahankan pemain kami. Kami tidak mencari uang," tegas pria berjuluk The Professor itu di situs resmi klub.

"Cesc begitu mencintai klub ini. Dia juga sangat mencintai Barcelona. Itu menunjukkan bahwa seorang pemain yang bersikap jujur bisa mencintai dua klub di waktu yang bersamaan. Dia sangat peduli dengan klub ini dan itu sebabnya mengapa saya ingin mempertahankannya," lanjut Wenger.

Mengenai Samir Nasri, Wenger mengakui bahwa Arsenal berpotensi kehilangan pemain Prancis itu dengan status free transfer. "Memang dari sisi finansial, situasi itu tidak menguntungkan bagi kami. Namun dari sisi olahraga, Nasri adalah pemain penting. Kami memang harus berhadapan denga nsejumlah situasi," lanjutnya.

Wenger berharap kepastian mengenai masa depan Nasri segera bisa diselesaikan. "Jika Anda bertanya kepada saya apakah saya ingin mempertahankan Nasri, jawabannya iya. Namun dia juga harus berkomtimen kepada kami," kata arsitek Arsenal sejak 1996 itu.

"Dalam sepuluh hari ke depan, kami harus segera membuat situasi ini menjadi jelas. Saya memang tidak memberikan pihak Nasri waktu 10 hari, sebab periode transfer ditutup sampai 31 Agustus. Namun kami akan menghadapi laga-laga berat dalam kurun waktu dua pekan. Jadi dalam waktu dua pekan ke depan kami harus mengatasi segala masalah yang ada."



"Tidak ada deadline spesifik apakah selama satu hari atau 24 jam. Terkadang prosesnya bisa berjalan sangat cepat dan terkadang bisa sangat lambat," tutup dia.

Sabtu, 30 Juli 2011

Mitos-Mitos Kecantikan Ini Salah

KapanLagi.com - Mitos tidak hanya menjadi masalah kesehatan maupun sebuah hubungan. Mitos-mitos dalam dunia kecantikan sering kali mengaburkan kebenaran dan dipercaya hampir semua wanita di dunia. Seringkali, mitos-mitos yang beredar tidak dapat dibuktikan kebenarannya, bahkan cenderung salah.

Contoh dari mitos-mitos yang sebaiknya tidak ada Anda percayai lagi adalah mitos yang telah melekat lama dalam dunia kecantikan, khususnya di Indonesia.

Pasta Gigi Kempeskan Jerawat

Apakah Anda termasuk salah satu yang percaya? Atau mungkin Anda sendiri telah mencoba dan menjadi korban dari mitos yang sangat terkenal ini? Bila wajah Anda ditumbuhi jerawat, yang harus Anda lakukan adalah mengoleskan obat anti jerawat atau meminta dokter untuk menyuntikkan hydrocortisone 1%.

Pasta gigi mengandung bahan pemutih yang dapat membuat jerawat Anda semakin meradang dan merah. Efek rasa panas pada jerawat bukan berarti pasta gigi sedang melawan bakteri pada jerawat Anda, tetapi itu adalah efek menthol yang berguna untuk menyegarkan napas Anda.
Ganti Shampo Setelah 3 Bulan

Hanya memakai satu shampo berbulan-bulan akan menyebabkan masalah rambut adalah mitos yang tidak benar. Sejauh tidak ada masalah saat Anda menggunakan shampo merk tertentu, tidak perlu menggantinya dengan merk lain. Kecuali jika shampo yang Anda gunakan mengalami perubahan komposisi lalu muncul masalah pada rambut Anda seperti ketombe atau kerontokan, maka Anda dapat mengganti shampo secepatnya.

Menyilangkan Kaki Sebabkan Varises

Sudah berapa generasi mitos ini diturunkan, sampai detik ini masih banyak wanita yang percaya bahwa menyilangkan kaki terlalu lama dapat menimbulkan varises pada kaki. Menyilangkan kaki memang dapat menimbulkan efek kesemutan, bukan varises. Varises bisa timbul akibat warisan genetik, kebiasaan merokok, timbul setelah kehamilan atau berdiri terlalu lama. Jadi berhati-hatilah bila berdiri terlalu lama, bukan duduk sambil menyilangkan kaki.

Menyisir 100 Kali Sehari Membuat Rambut Sehat

Mitos ini juga sudah menyebar di seluruh dunia, apakah Anda percaya? Menyikat atau menyisir rambut memang diperlukan. Selain untuk merapikan rambut, menyisir dapat meratakan minyak alami yang dihasilkan oleh kulit kepala Anda. Dengan asumsi bahwa Anda menyisir rambut dalam frekuensi yang normal.

Bila berlebihan hingga menyisir rambut 100 kali dalam sehari (ada yang mengatakan 200 kali), selain memicu kulit kepala memproduksi minyak berlebih yang menyebabkan lepek, mitos yang salah ini bisa membuat rambut Anda semakin rapuh akibat tarikan pada sisir yang berulang-ulang. Ingin rambut sehat? Tinggalkan mitos konyol ini! (wo/wsw)

Ada Band Dukung Timnas Indonesia Menang

Kamis, 28 Juli 2011 05:05

Kapanlagi.com - Pertandingan sepak bola antara Indonesia vs Turkmenistan yang akan digelar pada hari Kamis (28/7) di stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ternyata tidak hanya menarik perhatian masyarakat awam saja. Ada Band termasuk salah satu selebritis yang menunjukkan antusias mereka.Ada Band yang ditemui di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Rabu (27/7) dalam acara soft launching album terbaru mereka EMPATI dengan single perdananya berjudul Sendiri tersebut mengaku bahwa mereka sangat berharap akan kemenangan timnas Indonesia.
"Pastinya kita bela timnas lah. Apalagi ada Irfan Bachdim. Kita yakin Indonesia menang, bisa 2-1 lah semoga," beber Dika, bassist Ada Band.
"Sebagai bangsa Indonesia yang cinta damai, pasti dukung Indonesia. Saya harap menang 2-0. Pengennya sih nonton, tapi karena ada promo jadi gak bisa. Pokoknya hidup Indonesia!!" tambah Donnie bersemangat.   (kpl/hen/aia)

Ada Band Pilih Beli Baju Second

Kapanlagi.com - Sebagai selebritis, penampilan adalah salah satu hal yang harus diperhatikan. Mengingat mereka selalu bertemu dengan banyak orang dan diberitakan. Hal demikian rupanya juga berlaku bagi salah satu grup band Indonesia, Ada Band."Kalo untuk aksesoris, dulu mungkin lebih banyak ya. Kalo sekarang lebih simple aja sih, nggak banyak macem. Saya dulu juga pake anting, sekarang gak. Daripada anting, mending tatoan," beber vokalis Ada Band, Donnie.
Berbeda dengan Donnie, sang gitaris yakni Marshal yang ditemui bersama personil Ada Band lain di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Rabu (27/7), lebih memilih untuk menekuni olahraga berkuda untuk menjaga penampilannya agar tampak fresh.

"Pengen sih nambah tato juga, tapi dilarang keluarga. Kalo buat item lain ya seperti sepatu, kita harus beli dari luar negeri dan mahal, hahahahaha, yang penting punya. Malah bajunya kita beli yang second, sering dikasih juga. Kita gak punya toko khusus juga sih," tutup Donnie(kpl/hen/aia)

SENDIRI

ADA BAND 
Lagu : Dika
Lirik : Dika

Kau pesona cintaku yang telah lama hilang
Indah nian dan selalu kukenang
Tak akan kulupakan

Reff:
Kini hanya kepedihan dan perihnya luka hati ini
Tak kan sanggup melupakan
Kumenangis dan sendiri

Di setiap waktuku dan setiap mimpiku
Selalu saja terlukis wajahmu
Merindukan dirimu

Bridge:
Kapankah tiba kekasih yang sejati
Terangi jiwaku

Jumat, 29 Juli 2011

ADA Band resmi meluncurkan album terbarunya yang diberi tajuk ”Empati”

Setelah rehat dari ingarbingar musik Indonesia, ADA Band resmi meluncurkan album terbarunya yang diberi tajuk ”Empati”. Dengan tembang perdananya yaitu Sendiri.


Empati adalah satu kata yang bisa menunjuk pada album ADA band yang baru. Kenapa Empati? Empati merupakan ungkapan dari hati masing-masing personel ADA band.

”Biasanya kami mengerjakan album setahun sekali, tapi yang ini memang agak lama, ya dua tahun. Dalam proses pengerjaan ini, kami berusaha berempati terhadap diri kita sendiri,” ujar Dika di sela-sela jumpa pers di Planet Hollywood, Rabu (27/7).

Dika mengaku pernah membaca di kamus, empati itu artinya berusaha memahami keadaan atau perasaan seseorang. ”Dan, itu yang kami lakukan pada saat pengerjaan album ini,” ujarnya. Dibandingkan dengan album sebelumnya, ”Empati” memang mengalami banyak perubahan, tentu dengan sudut pandang positif.

”Di album ini, kami menyajikan musik yang lebih ngerock. Karakter vokal Donnie pun terdengar lebih ma-tang saat membawakan lagu-lagu di album ini. Satu hal yang sudah lama enggak terdengar di musik ADA band,” ujar bassist ADA band, Dika.

Dan, yang utama adalah tidak ditemuinya lagi elemen piano dalam album ini. Peran piano di seksi rhythm digantikan total oleh permainan gitar yang lebih padat dari Marshal, gitaris ADA band. Hal senada juga dikatakan Donnie. Dia menyebutkan, album ini boleh dibilang semangat baru ADA band, apalagi jedanya dua tahun.

”Kami ngelewati banyak fase, bekerja rutinitas, sampai ada yang mulai hilang sampai kami tidak ada yang berani mengkritik masing-masing. Akhirnya kami ke puncak dan buka-bukaan soal unekunek. Makanya, isi album ini benar-benar berasa banget. Apa yang enggak ada di sebelumnya, tapi ada di album ini.

Kayak Marshal ingin ada rapper-nya. Akhirnya kami buat ada rapper. Ada juga Dika yang ingin ada rock n roll-nya, akhirnya ada. Mungkin banyak yang menyangka ADA band enggak bisa ngerock and roll, tapi bisa ada di album ini,” bebernya. raya

Dika Satjadibrata & Amalia Laily

Jakarta- ‘Planet Hollywood’ menjadi saksi bisu pertemuan pertama Dika pembetot bas ‘Ada Band’ dan Amalia Laily, tahun 1997 silam.

Saat itu, pandangan Dika yang tengah manggung di sana, tak pernah lepas dari sosok cewek tomboi yang belakangan diketahui bernama Amalia Laily.

Namun, lantaran saat itu ia sudah punya gandengan, ia tidak berhasrat mengenal lebih dalam sosok sang gadis.

Barulah ketika tampil lagi di tempat yang sama, pria pemilik nama lengkap R. Suriandika Satjadibrata ini mencoba mencari tahu sang gadis idaman dan untunglah, Dika berhasil mendapatkan nomor kontak sang gadis tersebut.

Dika pun menelepon Lia dan mengajaknya makan siang bersama, di restoran tempat pertama kali mereka bertemu. Sejak itu, meski belum tercetus kata cinta, namun keduanya selalu terlihat bersama.

Biarpun begitu, Lia enggan berharap terlalu banyak dari kedekatan mereka. Maklumlah, ia baru saja putus dari sang kekasih. Tak hanya itu, Lia tahu betul ayahnya, Chuzaini, alergi dengan kehidupan anak band. Namun, untunglah, Dika sudah lebih dulu akrab dengan ibunda Lia, Ny. Lailan Safina, sehingga lampu hijau tak terlalu sulit diperoleh dari ayah Lia.

Bila Dika mencuri hati calon ayah mertua lewat calon ibu mertuanya, ternyata ia punya cara lain untuk mendekatkan Lia dengan ibunya, Ny. Ratna T. Hadju. Dika sengaja diam-diam mengundang sang ibunda tercinta ke Jakarta untuk diperkenalkan dengan wanita kelahiran 23 April 1973 ini.

Jelas saja Lia terkaget-kaget saat bertemu muka dengan calon ibu mertuanya. “Saya memang sengaja tidak memberi tahu Lia, karena yang saya inginkan adalah sosok Lia yang sebenarnya, natural dan tidak dibuat-buat. Dari sana, ibu saya pasti bisa menilai kepribadian calon menantunya itu,” papar pria kelahiran 11 Desember 1973 tersebut.

Saat satu tahun usia kedekatan mereka, Dika pun mengutarakan niatnya untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Perlu waktu tiga hari bagi Lia untuk menjawab pinangan sang kekasih.

Beberapa minggu berselang, Dika membawa orangtua dan keluarga besarnya untuk melamar Lia. Pernikahan sendiri dilangsungkan pada tanggal 25 April 1998 di kediaman orangtua Lia di bilangan Rawasari, Jakarta Pusat.

Belum lama mereka menikah, terjadi Kerusuhan Mei 1998. Dika dan Lia pun harus merelakan baju pengantin dan bed cover mereka dijarah orang-orang tak dikenal.

Layaknya pasangan pengantin baru lainnya, tentulah Dika dan Lia ingin merasakan hidup pernikahan di rumah mereka sendiri. Sayangnya, ayah Lia mendadak jatuh sakit dan Dika dan Lia pun akhirnya diminta untuk tinggal di kediaman orangtua Lia.

Diakui Dika, masa-masa awal tinggal di rumah mertua menjadi masa tersulit lantaran ada dua kepala keluarga dalam satu rumah. Ayah Lia yang sempat terkejut mendengar Lia memanggil Dika dengan panggilan nama, melancarkan protes. Lia pun akhirnya memanggil suaminya ‘Kak Dika’.

Namun, ada juga untungnya tinggal di rumah mertua. Pasalnya, saat menggelar konser di luar kota, Dika tak perlu cemas dengan keselamatan sang istri yang tengah mengandung.

Cobaan sempat datang kala Lia hamil besar anak pertama. Kala itu, kondisi keuangan mereka tengah menipis. Dika baru saja merintis karir bermusik, sementara Lia terkena PHK karena kantornya terimbas krisis moneter.

Tiba-tiba, Lia terserang tifus dan harus dirawat di rumah sakit. Biaya rumah sakit tentulah akan memberatkan pasangan ini sehingga mereka memilih menjalani perawatan di rumah.

Baru saja Lia berangsur membaik, ia mengalami kontraksi dan harus dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah, tiba-tiba, Anang Hermansyah mengajak Dika menggarap aransemen lagu. Uang itulah yang ia pakai untuk melunasi biaya persalinan sang istri.

Kelahiran Dovan atau R. Muhammad Faridilham Dovanega tanggal 15 Februari 1999 silam semakin menambah kebahagiaan pasangan ini. Menyusul sang adik, R. Kenji Muhammad Farrel yang lahir pada tanggal 15 Desember 2003.

Pasangan yang tengah menantikan kelahiran anak ke-3 mereka ini mencoba menanamkan nilai-nilai agama sejak dini kepada dua jagoan cilik mereka, lewat contoh. Misalnya dengan menjalankan shalat lima waktu di depan Dovan dan Kenji sehingga mereka tergerak untuk mengikuti kedua orangtua mereka.

Tak hanya membebaskan buah hati memilih jalan hidup mereka kelak, pasangan ini juga berusaha meminimalkan kata ‘jangan’ dan ‘tidak boleh’ karena larangan justru akan membuat anak merasa penasaran. (Dok. Tabloid Cek & Ricek)

Diks Satjadibrata


ADA band perkenalkan drum baru


- Saat ditemui waktu proses pembuatan video klip dari single terbaru mereka, SENDIRI, di Gedung Kertaniaga, Kota, Jakarta Pusat, Senin (4/7/11). Ada Band juga memperkenalkan drummer terbaru mereka.     "Namanya Adi. Jadi di album terbaru kita nanti bakalan ada drummer terbaru kita. Dia dulu pernah di Tipe X. Dia juga memberikan warna baru buat kita. Adi itu rocknya agak kuat, jadi dari situ kita bisa lebih luas lagi," beber Marshal, gitaris Ada Band.     Banyak pertimbangan yang diambil oleh semua personil Ada Band perihal personil baru yang mereka kenal melalui klip PEMUJAMU itu. Tapi Donnie tetap meyakinkan bahwa musik mereka masih tetap sama.     "Dia emang kasih warna baru, apalagi banyak lagunya di album terbaru. Tapi Ada Band masih tetep ya. Cuma emang unsur yang tadinya piano, sekarang diambil sama gitar. Akan ada perubahan, cuma cara nyanyinya aja, ga mungkin kayak dulu. Sekarang lebih ngebeat," jelas pria yang sempat diisukan dekat dengan Sandra Dewi ini.     Donnie yang ikut menyumbang empat lagu di album terbaru Ada Band ini juga menambahkan bahwa Adi adalah orang yang cepat beradaptasi. Dimana Adi memiliki pengalaman di dunia musik yang cukup lama sehingga sangat membantu saat proses mengaransemen musik.     "Pokoknya di album yang terbaru ini kita lebih fresh dengan personil baru. Romantisnya masih ada, cuma kalau sekarang musik itu harus berevolusi. Kalau dulu kami dikenal dengan lagu yang puitis, unsur itu belum tentu bisa masuk di jaman sekarang. Sekarang kami lebih simple lah," tutup pria bernama lengkap Donnie Sibarani ini.

Rabu, 27 Juli 2011

Dika 'Ada Band' Suka Mobil Klasik




JAKARTA-Siapa yang tidak kenal dengan Ada Band. Salah satu band yang berasal dari Jakarta dan mengawali karirnya pada tahun 1996. Salah satu personil mereka ada yang menyukai dunia automotif, yakni Dika Satjadibrata atau lebih akrab disapa Dika. Dika di Ada Band memang memegang alat musik Bass, namun dibalik itu semua ia menyukai dunia automotif, terutama mobil-mobil klasik.

“Saya lebih suka mobil klasik, terutama mobil-mobil klasik Mercy. Dirumah, saya punya mobil Mercy Tiger 230 E tahun 1982 injektion dengan mesin M 102. Mobil ini sengaja saya beli, karena saya suka banget sama modelnya,” terang Dika saat berkunjung ke Okezone, Rabu (20/7/2011).

Menurut dia, selain mobil klasik enak dan nyaman untuk dipandang, perawatan untuk mobil klasik tidaklah mudah. Tidak sembarangan orang yang bisa merawat mobil-mobil klasik. Maka dari itu Dika lebih menyukai mobil klasik dibanding mobil sporty. “Saya memang hobi dengan automotif. Jadi saya tidak merasa kesulitan merawat mobil klasik yang saya punya,” tukasnya sambil tersenyum.

Selain suka dengan mobil klasik, Dika juga mengkoleksi aksesoris-aksesoris klasik lainnya, seperti karpet mobil Mercy keluaran zaman dulu, lampu dan beberapa aksesoris lainnya dari mobil Mercy yang antik.

Mengenai mobil klasik yang dimilikinya sekarang, Dika merasa belum puas dan lengkap memiliki mobil klasik. Masih ada mobil incarannya yang masih belum bias didapatkan. Jenis mobil klasik yang diinginkan dan dicari Dika sampai saat ini yakni Mercy Pagoda.

“Mercy Pagoda ini yang saya cari-cari dari dulu sampai sekarang. Mobil ini memang langka, sekalinya ada orang yang jual harganya juga cukup tinggi. Untuk bodynya saja belum sama yang lain-lain bisa mencapai Rp300 juta. Tapi itu tidak jadi masalah, karena saya benar-benar suka sama mobil ini,” paparnya.

Selain itu, menurutnya ia tidak terlalu suka dengan mobil yang dimodifikasi. Karena, jika setelah dimodif hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka hasilnya akan terlihat lebih jelek dibanding aslinya.

“Saya itu tidak terlalu suka memodifikasi mobil. Jika saya membeli mobil baru, ya saya biarkan saja modelnya seperti aslinya. Selama saya membeli mobil saya belum pernah melakukan modifikasi mobil sampai merogohh kocek dalam-dalam. Uangnya mending saya pakai untuk membeli mobil klasik lagi dan merawatnya,” tutup Dika.